Sekali-sekali ngomongin cinta

dikutip dari http://www.facebook.com/notes/harindra-wisnu-pradhana/sekali-sekali-ngomongin-cinta/214594026675 sebuah catatan yang kutulis pada akhir 2009 lalu dan sayang untuk dilewatkan begitu saja…

untuk mengawali catatan ini, saya kutip sebait quotes dari salah seorang seniman yang sering membawakan hal-hal seputar cinta di karya2nya
“love the one that’s right to love, not the one you keep thinking of”
mungkin secara gamblang bisa dimaknai cintailah orang yang tepat, bukan orang yang membuatmu tergila-gila padanya.
cinta itu sederhana dan masuk akal, cinta buta dan memabukkan itu hanya mitos yang karena terlalu banyak orang membicarakannya sehingga tersugesti akan kekuatan cinta sejati yang begitu mendalam pada seseorang yang ternyata bukan orang yang tepat. dan ternyata hal ini merupakan kesalahan besar, kenapa? karena tergila-gilanya orang terhadap orang yang salah akan menutup cinta sejati yang mungkin ada di depan mata. Continue reading “Sekali-sekali ngomongin cinta”

First day on job

There’s always first time on everythings…
senin lalu aku pertama kali masuk kerja, gk penting sih tapi dari pada gk ada bahan ngeblog, cerita aja…
datang kepagian, tapi nyasar dulu di parkiran mobil, udh puter2 nyampe lantai teratas, gk taunya parkir motor di belakang… hedeh -__- Continue reading “First day on job”

Saatnya kita peduli pada lingkungan

2010-06-15 06.54.29care living things for the living…
pedulilah pada mahluk2 hidup, demi kehidupan, itulah sebait kata yang ingin kuangkat dalam postingan kali ini. bukan sekedar pada manusia, melainkan pada semua mahluk hidup termasuk binatang maupun tumbuhan. bukannya ingin muluk2, saya gk akan berkoar-koar tentang pemanasan global, mencairnya es di kutub, naiknya permukaan laut, perubahan iklim yang ekstrim, hilangnya spesies2 langka, dan kata-kata muluk lainnya… Continue reading “Saatnya kita peduli pada lingkungan”

Sedang ingin memujimu

neng geulis dengan rambut panjang terurai
atau idola pujaan berambut pirang menantang
tiada yang lebih cantik dari jilbabmu duhai wanitaku
lembaran kain terlipat rapi begitu manis membingkai parasmu nan rupawan
mata elok yang senantiasa berbinar saat menatapku
pipi lucu yang berkerut menampakkan lesung indah kala kau tersipu
serta bibir lembut dan hidung mungil yang semakin menambah pesona pemandangan di sela-sela jilbabmu
membuatku membisu terpaku tanpa daya

gelegar ucapan para orator yang menundukkan ribuan kepala
atau nyanyian-nyanyian merdu musisi terkemuka di berbagai penjuru dunia
tiada yang lebih menarik di telingaku
bila dibandingkan tutur kata lembut kekasihku
bisikan kalimat syahdu merayu yang tulus dari hati nan bersahaja
senantiasa mengalun menyuarakan haru dan tawa dalam melodi

berbagai kemolekan lalu lalang di sekitarku
berenggak-lenggok menawarkan pesona di sudut pandanganku
namun di hati ini tiada yang dapat menggantikanmu wahai perempuanku
pesona auramu memancar bersama sinar mentari memberi warna pada hari-hariku
lembut belaimu menghangatkanku diantara dinginnya angin malam
memanjakanku dengan jemari kecilmu

kau selalu hadir dalam hidupku
di nyata dan mimpiku
senantiasa memenuhi hati serta pikiranku

meski kau tak ada disini menemaniku menulis bait-bait ini
namun cukup dengan menutup mata, sosokmu muncul dalam sekejap di hadapanku
menawarkan sejuta inspirasi dengan tangan terbuka
membisikkan sejuta semangat bagi langkahku
membangkitkan sejuta asa dalam dada

Motivator, trainer entrepreneurship, pengemis berbulu domba

dia menghasut dan menghipnotis orang2 agar seolah-olah butuh bantuannya. alhasil orang2 itu urunan untuk biaya hidup dia.
ingat aku akan sebuah cerita.
dulu di suatu masa ada seorang pemalas, sebut saja si fulan. dia tidak pernah bekerja dan berupaya. dia biasa bangun siang dan tidur kapanpun dia mau, hingga suatu saat dia berpikir. bagaimana caranya agar bisa hidup enak tanpa bekerja. dia memutar-mutar otak yang agak dangkal karena memang jarang dipakai. Continue reading “Motivator, trainer entrepreneurship, pengemis berbulu domba”