Selamat Pagi Indonesia

Selamat pagi Indonesia.

Dulu, dulu sekali beberapa kali aku menemui pembicara yang terlihat berbobot dengan jas, dasi, serta gaya bicara yang menggebu-gebu namun seketika kesan tersebut luntur saat dia mulai mempertontonkan betapa bobroknya negara dia. Menurutnya Indonesia negara dengan nomor urut nomor sekian dari bawah dalam hal ini, nomer sekian dari belakang dalam hal itu, dan lain-lain.

Memang benar, angka itu fakta. Namun dia lupa kalau keluhan dan ratapan tak akan menyelesaikan masalah. Dia dibayar untuk mengisi acara malah menjadikan audiensnya semakin mundur dan ikut menghujat keadaan, dan dia mengakhiri sesinya dengan menyuruh audiensnya mengubah keadaan.

Baiklah, cukup disini keluhanku. Aku akan mulai sedikit membuka paradigma yang mungkin rekan-rekan sekalian belum pernah mengamati.

Indonesia itu bangsa yang hebat dengan jutaan orang-orang hebat di dalamnya. Meski terdengar klise, namun itulah kenyataannya.

Orang Indonesia ulet dan kuat bertahan. Lihat saja, banyak orang dari Sumatra, Kalimantan, Sulawesi dan Papua, sukses mendirikan usaha maupun berkarier di Jawa. Sebaliknya banyak juga orang jawa yang sukses mendirikan usaha maupun berkarier di luar Jawa. Disamping itu, coba kita tengok ke luar sana. Gelombang krisis dan PHK, banyak orang yang putus asa, ada yang depresi lalu bunuh diri, dan tidak sedikit yang hidup bergantung pada jaminan sosial dari pemerintah. Sementara di negri ini, banyak pengangguran baru yang bangkit dalam waktu singkat. Yang sehari-hari naik mobil jadi penumpang, kini keliling jalanan cari penumpang. Yang sebelumnya makan siang di warung, sekarang menjajakan makanan. Dan satu hal yang membuat analis di luar sana terheran-heran, di Indonesia dengan uang dibawah $2/hari (sekitar 30ribu) orang masih bisa makan 3x sehari.

Orang Indonesia sangat bangga pada bangsanya. Lihat saja di luar sana, hampir di tiap negara ada paguyuban warga Indonesia yang tinggal di sana. Dan ketika berkunjung kesana, yang dicari nggak jauh-jauh dari masakan Indonesia. Entah dari mana asalnya, akan sangat bangga bila menemukan masakan Padang, nasi pecel, nasi goreng, atau bakso dijajakan di negara asing. Dan ketika bertemu dengan orang Indonesia di luar negri, mereka nggak sok-sok’an ngomong pakai bahasa Inggris, sensasinya luar biasa ngomong pakai bahasa Indonesia di negri orang. Apalagi kalau ternyata satu daerah, bahasa daerah mereka yang digunakan sebagai perantara meski pengucapannya agak aneh karena ketika di Indonesia justru jarang digunakan.

Khusus bagi yang muslim, coba ketika umroh atau haji. Di kanan-kiri semua serba Indonesia. Bendera kita dibordir di mana-mana, di jaket, tas jinjing, koper masih ditambah tas paspor. Makanan khas Indonesia dijajakan tersebar di seluruh penjuru kota Makkah maupun Madinah dengan harga yang relatif lebih mahal sehingga disana terkesan kuliner Indonesia itu makanan mewah. Tak hanya itu, banyak pedagang menjajakan dagangannya dengan ucapan “mari sini”, “lihat dulu”, dan lain-lain. Ya benar, Indonesia adalah negara dengan penduduk mayoritas muslim terbesar di dunia.

Suka nonton balap? pernah baca tagline “satu hati” atau “semakin di depan”, tak perlu saya jelaskan lebih lanjut lah, karena saya tidak dibayar untuk endorse 2 merk tersebut.

Masih banyak yang lain.

Ratusan seni dan budaya Indonesia diajarkan di sekolah-sekolah maupun kampus di luar sana. Mulai dari tarian, lagu-lagu daerah, pakaian adat gamelan, serta berbagai alat musik tradisional lain.

Di sisi militer, banyak juga kendaraan tempur dan senjata yang diproduksi di Indonesia, silahkan didata. Helikopter super puma, pesawat casa 212 yang saat ini hanya diproduksi di Indonesia, kapal perang yang sudah di export ke berbagai negara, kendaraan lapis baja anoa & komodo yang jadi langganan PBB, belum lagi senapan serbu yang sudah terbukti mengalahkan senapan organik milik US maupun Australia.

Tentunya Indonesia jadi target banyak negara. Karena kekayaan alamnya, kekayaan budayanya, serta posisinya yang strategis. Banyak pihak tak ingin Indonesia maju dan mandiri, tak lain karena mereka ingin ikut menikmati kekayaan bangsa ini. Banyak yang berusaha mengadu-domba, menanamkan benih kebencian antar sesama.

Disini saya mengajak rekan-rekan semua untuk menghormati perbedaan yang ada dan tetap menjaga persatuan. Disamping itu, mari ikut memperkuat bangsa ini dengan terus optimis, gali potensi-potensi yang ada mulai dari diri sendiri dan lingkungan di sekitar kita. Dan jangan malu untuk berbagi pencapaian rekan-rekan semua sebagai motivasi anak bangsa.

Dibawah saya akan berbagi beberapa point yang mungkin rekan-rekan bisa kembangkan.

– Negara kita masih melakukan impor bahan makanan dari luar untuk memenuhi kebutuhan dalam negri. Rekan-rekan bisa mulai menyisihkan sedikit pekarangan rumah untuk menanam buah-buahan, memelihara unggas rumahan atau ikan kecil.

– Negara kita mengimpor besar-besaran produk-produk garmen. Rekan-rekan bisa membantu mengembangkan usaha lokal di bidang tekstil, atau memilih produk dalam negri bila berbelanja pakaian.

– Negara kita merupakan salah satu pengguna terbesar konten internet. Posting lebih banyak konten-konten produktif di website/blog dengan domain atau hosting lokal. Jangan ragu-ragu untuk berbagi di media sosial link-link dari web lokal tentang pariwisata, kekayaan alam, komoditi ekspor, dan lain-lain karena media sosial merupakan salah satu senjata kita yang sangat berpengaruh.


Silahkan bagikan tulisan ini kepada rekan-rekan anda yang peduli akan masa depan bangsa ini. Silahkan tambahkan point-point potensi lokal yang bisa dikembangkan lebih lanjut. Kadang kala potensi itu tepat di depan mata, namun kurang terolah dengan baik. Jadilah bagian dari perkembangan Indonesia menjadi lebih baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *