Sekali-sekali ngomongin cinta

dikutip dari http://www.facebook.com/notes/harindra-wisnu-pradhana/sekali-sekali-ngomongin-cinta/214594026675 sebuah catatan yang kutulis pada akhir 2009 lalu dan sayang untuk dilewatkan begitu saja…

untuk mengawali catatan ini, saya kutip sebait quotes dari salah seorang seniman yang sering membawakan hal-hal seputar cinta di karya2nya
“love the one that’s right to love, not the one you keep thinking of”
mungkin secara gamblang bisa dimaknai cintailah orang yang tepat, bukan orang yang membuatmu tergila-gila padanya.
cinta itu sederhana dan masuk akal, cinta buta dan memabukkan itu hanya mitos yang karena terlalu banyak orang membicarakannya sehingga tersugesti akan kekuatan cinta sejati yang begitu mendalam pada seseorang yang ternyata bukan orang yang tepat. dan ternyata hal ini merupakan kesalahan besar, kenapa? karena tergila-gilanya orang terhadap orang yang salah akan menutup cinta sejati yang mungkin ada di depan mata.
kegilaan cinta seperti ini bisa disebabkan oleh beberapa hal seperti cinta ditolak, putus cinta, atau bahkan terlalu malu sehingga memendam perasaan terlalu lama karena takut ditolak, takut dijauhi atau memang pada dasarnya pengecut sehingga tidak berani mengungkapkan. telah banyak contoh kisah2 demikian diangkat di media yang ditampilkan dalam berbagai karakter, mulai dari secret admirer yang memasang foto pujaannya di seisi kamar, orang sok cool yang salah tingkah tiap kali deket cewek, ataupun “sahabat” yang diam-diam mencintai sahabatnya dan berakting seolah tidak ada perasaan lebih atau semacamnya. dan yang terjadi biasanya adalah saat cinta itu terungkap, semua sudah basi, nasi sudah menjadi bubur, bahkan justru saat benih cinta itu tumbuh, itu tumbuh diantara keduanya, namun waktu menghapusnya…
berbeda cerita dengan hal2 soal patah hati. merasa sudah sempurna, dia bisa mengisi kekosongan hidup, bla… bla… bla… dan akhirnya harus berpisah karena sesuatu hal… biasanya kasusnya adalah kenangan itu terus disimpan, mulai dari data-data di komputer, beberapa sms di SIM card (bukan di memori hp) jadi misal ganti hp sms itu tetap tersimpan, foto di dompet, surat-surat cinta jadul, nota makan, tiket bioskop, karcis parkir/tanda masuk area wisata, struk mini market, dan berbagai barang bukti bahwa “kalian pernah bersama” sehingga setiap saat kalian bisa selalu teringat padanya, dan diam-diam berharap suatu saat bisa bersama dia… coba tanya pada diri masing-masing masihkah ingin bersamanya?? jawab dengan jujur, dengan hati, pada diri kalian…
sekarang kita sedikit bicara soal kenyataan (dengan catatan dia bukan istri/suami orang, bukan tunangan orang, bukan pacar orang)
apa sebenarnya yang membuatmu mencintainya? apakah karena dia cantik? karena dia baik? karena dia pintar? karena dia kaya? karena dia terkenal? karena dia pendiam? karena dia misterius? dan beribu alasan lain… coba kumpulkan… lalu pikirkan, apakah seribu kebaikan dia sanggup kau tampung? sanggupkah kamu menjadi pribadi yang dia inginkan? yang bisa membuat dia nyaman? sanggupkah kamu mengerti dan memahami keinginan dia? bukan sekedar menjadi seseorang yang kaupikir dia inginkan… ini soal memahami dan mengerti, bukan soal menjadi orang baik karena itu dua hal yang benar-benar berbeda… untuk menjadi orang baik kita cukup ramah, suka berbagi, murah senyum, dan banyak hal di kitab suci dan buku pelajaran yang bisa kita lakukan… namun soal mengerti dan memahami, yang kita baca bukan buku pelajaran, bukan kitab suci maupun hadis melainkan hati manusia yang bahkan malaikat tak mampu membacanya… saya tekankan lagi, bahkan malaikat tak mampu membaca hati manusia…
kalau sudah menemukan jawabannya, coba lihat ke dalam dirimu… pantaskah? cocokkah? dan pertanyaan terbesarnya adalah tepatkah? tepatkah dia buatmu, tepatkah kamu buatnya?
kalau iya, segera datangi dia, katakan sejujurnya, ungkapkan pemikiranmu tentang ini…
tapi kalau tidak, apalagi dia sudah berstatus non single, coba pikir baik-baik… cinta sejati itu bukan pada orang yang membuat kita tergila-gila… sekali lagi cinta sejati itu bukan pada orang yang membuat kita tergila-gila… sadarlah bahwa sikapmu sudah menutupi mata dan telingamu dari cinta sejatimu…
dan seperti telah saya sampaikan sebelumnya, cinta itu sederhana dan masuk akal. bukannya saya berpikiran sempit soal cinta, namun justru orang-orang yang fanatik dan begitu menjunjung tinggi cinta itulah yang berpikiran sempit seolah cinta adalah segalanya padahal dia sendiri tak tahu apa itu cinta…
sebaliknya orang yang mengesampingkan cinta dengan berbagai dalih seperti “karir adalah segalanya”, “uang adalah segalanya”, “pangkat adalah segalanya” atau sok bijak dengan “masih banyak yang harus kuraih” anda juga salah, semua orang butuh cinta… tak bisa dipungkiri cinta membawa energi yang mungkin gk kita sadari namun itu ada…

rak penting jane, tapi ngelihat fenomena di sekitarku jadi terinspirasi buat nulis ^_^

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *