Motivator, trainer entrepreneurship, pengemis berbulu domba

dia menghasut dan menghipnotis orang2 agar seolah-olah butuh bantuannya. alhasil orang2 itu urunan untuk biaya hidup dia.
ingat aku akan sebuah cerita.
dulu di suatu masa ada seorang pemalas, sebut saja si fulan. dia tidak pernah bekerja dan berupaya. dia biasa bangun siang dan tidur kapanpun dia mau, hingga suatu saat dia berpikir. bagaimana caranya agar bisa hidup enak tanpa bekerja. dia memutar-mutar otak yang agak dangkal karena memang jarang dipakai.
tiba-tiba dikagetkan dia oleh kegaduhan di sekitarnya. tetangga-tetangga di sekitar rumahnya berhamburan keluar rumah dan menyaksikan ke langit. orang-orang yang baru pertama kali itu melihat gerhana kebingungan, apa yang sedang terjadi? dengan malas-malasan si fulan melangkah keluar rumahnya dan dilihatnya gerhana matahari di atas sana. fulan pernah mendengar cerita seseorang tentang hal ini, dia tersenyum licik dan mengangkat tangannya ke atas sembari berkata…
“wahai rakyatku, menunduklah kalian… dewa kita sedang berperang melawan kegelapan… bila dia kalah, maka matilah ternak-ternak kita, layu kebun-kebun kita dan kitapun akan menemui ajal… berkumpullah disini, bawa tongkat-tongkat dan bunyikan suara-suara… bantulah dewa kita melawan kegelapan…”
warga yang masih kebingungan pun menurut saja. dan benar adanya, beberapa saat kemudian kegelapan berlalu dan mentari kembali bersinar…
sejak saat itu orang-orang seperti terhipnotis, seolah fulan itu orang hebat dan tahu segalanya… dan mereka mulai bertanya soal hal-hal yang mereka hadapi pada fulan… dan dengan gaya arif dan bijaksana, fulan berceloteh pada mereka menjawab curahan hati mereka satu persatu. tentunya dengan bayaran yang cukup membuat hidup fulan dalam kemewahan tanpa bekerja maupun berpayah-payah usaha…
apa bedanya dengan motivator, trainer entrepreneurship?? mereka hanya mengais uang-uang dari para peserta seminar mereka…
tentunya dengan menanamkan di pikiran para pesertanya bahwa mereka butuh motivasi, mereka butuh tuntunan dalam hidup mereka…
mungkin memang ada diantara oknum2 ini ada yang memang berhasil dan berdalih ingin berbagi kiat-kiat keberhasilan mereka… namun kenapa harus ditarik bayaran?? apa keberhasilan mereka gk cukup membiayai hidup mereka?? kalau gk cukup kenapa pamer dan sok2 ngajarin orang??
para peserta ini, mereka jadi lupa bagaimana caranya mengambil hikmah dari hal-hal yang terjadi dalam hidup mereka, mereka jadi lupa bagaimana caranya bangkit dari keterpurukan di atas kaki sendiri, mereka jadi manja dan selalu tergantung pada suara-suara yang begitu diagung-agungkan…
di seminar-seminar serupa, mereka disuruh mengangkat tangan, menutup mata, melakukan hal-hal memalukan dihadapan orang banyak, bahkan menangis dan tertawa tanpa alasan dan mereka menurut tanpa membantah sedikitpun…

kenapa harus mengagung-agungkan makhluk?? sementara kita punya tuhan yang maha agung dan maha pemurah…
cobalah bercermin pada diri sendiri, pada hal-hal yang telah kita hadapi selama ini, dan tela’ah hikmah yang ada dibalik semua kejadian itu…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *