Pemilu sebagai ajang bisnis

anda beli 10.000 per biji, dan dijual 15.000, ato biar cepet laku pasang aja harga 30.000 tapi beli satu gratis satu, itulah bisnis…
apapun barangnya, yang penting mendatangkan keuntungan. itulah pebisnis sejati. tak beda dengan suara. kita bisa beli suara rakyat dengan kaos, stiker, bahkan rokok… katakanlah tiap satu suara berharga 100.000, nggak usah muluk2 ngebet jadi anggota dewan, yang penting jual popularitas. kalo bisa menekan pengeluaran sekecil mungkin, misal satu suara 10.000 ajak temen2, ajak sodara2, suruh nyoblos diri sendiri… bahkan keluarga dan temen2 anak istri dbawa semua. dengan iming-iming kalau terpilih nanti saya akan ini-itu, kalau jadi anggota dewan nanti saya akan ini-itu…
itu janjinya, kalo jadi, kalo kepilih, kalo suara yang didapat memenuhi kuota…
padahal, memang dari awal tidak ada niat duduk di kursi dewan melainkan hanya bisnis…
apakah dengan tidak memenuhi kuota lalu jadi pecundang??
apakah dengan tidak dapat kursi lalu kalah begitu saja??
tidak… dalam kampanye sama sekali tidak ada rugi…
suara yang terkumpul masih bisa dijual. ke siapa?? siapa lagi kalo bukan calon2 kaya yang juga gagal memenuhi kuota, tapi ngebet jadi dewan…
jadi jangan dipikir dengan mencentang wajah ibu2 yang peduli anak2nya, mencentang mahasiswa yang masih berjiwa idealis, mencentang pak guru, mencentang om, pakde, ato siapa aja yang orang baik2 dan anda pikir mereka bisa mengemban suara rakyat…
jangan dipikir dengan mencentang mereka lalu anda merasa aman dan sudah melakukan hal yang baik…
tapi coba DIPIKIR!!!
suara anda akan mereka “JUAL” kemana??
benar, calon2 tidak terkenal yang akan anda centang pada pemilu nanti itu tidak lain hanya mencadi pengecer suara yang akan “DIJUAL” ke petinggi2 di partai mereka, calon koruptor2 periode berikutnya…

coba direnungkan…

2 thoughts on “Pemilu sebagai ajang bisnis

  1. sebenernya tulisan ini kurang ilmiah dan ga akademisi banget karena ga didukung data…
    tp saya tetep apresiasi dengan pendapatnya…
    masalahnya sudahkah kita mengeluarkan seluruh potensi kita untuk mencari pilihan yang terbaik-minimal yang paling mendekati terbaik-

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *