Monthly Archives: February 2009

LFE 2009

Linux For Education 2009 (LFE 2009) adalah sebuah kegiatan yang diadakan dengan tujuan untuk mensosialisasikan open source, khususnya linux. Acara ini akan berlangsung selama 3 hari dari Rabu-Jum’at, pada tanggal 25,26 dan 27 februari 2009. Acara dengan tema “Linux, Solusi Cerdas Pendidikan” ini diselenggarakan di Solo (daerah eks-karesidenan surakarta) meliputi Solo, Sragen, Karang Anyar,Sukoharjo, Wonogiri, Klaten dan Boyolali. Materi-materi yang telah dipersiapkan panitia, adalah sebagai berikut:

Hari Pertama

1. Instalasi Linux, Troubleshooting dan Aplikasi Open Sources. dalam dunia islam

Pembicara : Rusmato (Majalah InfoLinux, Yayasan Penggerak Linux Indonesia)

2. Pemanfaatan Open Office

Pembicara : Harindra Wisnu ( Ketua Ubuntu Semarang )hhhhh

3. Aplikasi Linux Dalam Pelajaran KImia.

Pembicara : Bp.Agung Sugiharto ( Dosen Jurusan teknik kimia UMS )

Hari Kedua

1. Workshop LInux dalam Pelajaran Matematika

Pembicara : Bp.Husni Tamrin ( Dosen Tehnik Informatika UMS )

Hari Ketiga

1. Ngeblog Bareng

Pembicara : Bp.Suyadi ( IT Perpustakaan UMS )

Kegiatan ini diadakan oleh Gos-Eltrums/MUGOS Universitas Muhammadiyah Surakarta atau FOSS-ID Solo sebagai HELPDESK-nya Wong Solo

Migrasi lagi ke wordpress

hosting pada http://simplify-it.info semakin lama semakin tidak nyaman, dengan spam yang semakin rajin, dan juga server yang sensitif membuat homepage di http://wisnu.simplify-it.info sempat tidak dapat diakses beberapa kali… lalu kuputuskan untuk mencoba menggunakan lagi layanan gratis yang ternyata account ku disini masih ada… dan pada migrasi hari ini langsung ada 9 kunjungan dari berbagai penjuru dunia… gimana ntar ya… ^^

Pemilu sebagai ajang bisnis

anda beli 10.000 per biji, dan dijual 15.000, ato biar cepet laku pasang aja harga 30.000 tapi beli satu gratis satu, itulah bisnis…
apapun barangnya, yang penting mendatangkan keuntungan. itulah pebisnis sejati. tak beda dengan suara. kita bisa beli suara rakyat dengan kaos, stiker, bahkan rokok… katakanlah tiap satu suara berharga 100.000, nggak usah muluk2 ngebet jadi anggota dewan, yang penting jual popularitas. kalo bisa menekan pengeluaran sekecil mungkin, misal satu suara 10.000 ajak temen2, ajak sodara2, suruh nyoblos diri sendiri… bahkan keluarga dan temen2 anak istri dbawa semua. dengan iming-iming kalau terpilih nanti saya akan ini-itu, kalau jadi anggota dewan nanti saya akan ini-itu…
itu janjinya, kalo jadi, kalo kepilih, kalo suara yang didapat memenuhi kuota…
padahal, memang dari awal tidak ada niat duduk di kursi dewan melainkan hanya bisnis…
apakah dengan tidak memenuhi kuota lalu jadi pecundang??
apakah dengan tidak dapat kursi lalu kalah begitu saja??
tidak… dalam kampanye sama sekali tidak ada rugi…
suara yang terkumpul masih bisa dijual. ke siapa?? siapa lagi kalo bukan calon2 kaya yang juga gagal memenuhi kuota, tapi ngebet jadi dewan…
jadi jangan dipikir dengan mencentang wajah ibu2 yang peduli anak2nya, mencentang mahasiswa yang masih berjiwa idealis, mencentang pak guru, mencentang om, pakde, ato siapa aja yang orang baik2 dan anda pikir mereka bisa mengemban suara rakyat…
jangan dipikir dengan mencentang mereka lalu anda merasa aman dan sudah melakukan hal yang baik…
tapi coba DIPIKIR!!!
suara anda akan mereka “JUAL” kemana??
benar, calon2 tidak terkenal yang akan anda centang pada pemilu nanti itu tidak lain hanya mencadi pengecer suara yang akan “DIJUAL” ke petinggi2 di partai mereka, calon koruptor2 periode berikutnya…

coba direnungkan…

Indonesia Masih Negara Kaya

Indonesia negara kaya, semua orang tahu klisse ini. tapi apa benar ini cuma klisse?? hehe, kalo yang udh tahu tahan ketawanya ya… Indonesia sebenernya kaya, sangat kaya sekali… bahkan banyak negara yang bergantung pada negri ini…
jangan remehkan bangsamu, jangan tertawakan negrimu hingga kamu tau faktanya…

kalo mau bukti, embargo aja ekspor impor dari dan ke Indonesia… dijamin, beberapa negara pasti gulung tikar…
dan rumor harta karun bung karno yang sempat merebak, itu sebenarnya nyata…
bukan mistis atau gaib, melainkan benar2 ada pos dana abadi yang selalu berputar di tangan-tangan rakyat Indonesia… bahkan kalau mau, gk perlu tunggu lama kita bisa melunasi semua hutang2 masa orde baru dalam waktu yang singkat dengan otoritas presiden tentunya… hanya saja tak banyak yang tahu, dan tak banyak yang berani bicara di masyarakat umum…

kenapa kita tidak tahu?? kenapa kita tidak menggunakan dana itu untuk segera memulihkan bangsa??

pemimpin-pemimpin bangsa ini tidak bodoh, mereka tahu pasti kualitas rakyat Indonesia…
kalau dana itu segera digerakkan dan memperkaya seluruh lapisan rakyat Indonesia, bisa bubar negara ini…
masyarakat perlu dididik untuk bekerja keras, kita perlu melompat untuk mengejar ketertinggalan SDM dari negara2 maju… agar pengeluaran dana itu tidak sia2…

kalo kondisi rakyat masih seperti sekarang, y bayangin aja kere nemu emas sebongkok…
paling2 abis di hape, rumah, dan mobil… gk akan bertahan lama harta itu langsung abis…
tapi kalau anak2 Indonesia saat ini yang terlahir di tengah keterbatasan, penuh semangat juang dan prestasi…
bukan gk mungkin 10.000 jadi sejuta dalam sehari…
inilah yang ditunggu para pemimpin bangsa ini untuk menunjukkan pada dunia siapa bangsa ini sebenarnya…